Tips Menghadapi dan Mengatasi Anak yang Jahil dan Suka Iseng

Tips Menghadapi dan Mengatasi Anak yang Jahil dan Suka Iseng

Kejahilan dan kenakalan pada anak adalah hal yang wajar. Namun, jika hal ini dilakukan diambang batas normal. Sebab umumya hal ini dilakukan untuk menunjukan eksistensi dan ego si anak. Ada banyak penyebab yang sebenarnya bisa melatarbelakangi sikap anak yang jahil dan suka iseng. Nah, sebelum kita atasi sikap jahil dan suka iseng pada anak, sebaiknya kita kenali apa saja penyebab hal tersebut terjadi.

Kenali Penyebab Jahil Pada Anak

[x_accordion_item title=”1. Rasa Ingin Tahu yang Besar Pada Diri Anak”]Penyebab pertama yang mungkin terjadi pada anak-anak yang jahil dan suka iseng dengan melakukan tindakan tidak terpuji terhadap teman-teman sebaya atau orang lain bisa jadi dilatar belakangi karena faktor ketidak sengajaan akibat rasa ingin tahu mereka yang besar. Ketika seseorang mengatakan bahwa menjewer kuping itu sakit dan jika dilakukan pada orang lain hal ini akan membuat mereka marah, maka ekspresi marah inilah yang ingin mereka ketahui.[/x_accordion_item]

[x_accordion_item title=”2. Ingin Menunjukan Agresitifitasnya”]Hal lain yang juga jadi penyebab seorang anak jahil adalah perilakunya yang ingin menunjukan agresifitasnya terhadap orang lain. Ada beberapa tipe anak yang hadir dimasyarakat, mereka yang pemalu dan seringkali dijadikan objek dan ada pula mereka yang percaya diri namun terlalu mendominasi. Biasanya anak-anak yang jahil memiliki karakter terlalu percaya diri dan ingin menunjukan pada oranglain bahwa mereka bukanlah tipe pendiam yang lemah.[/x_accordion_item]

[x_accordion_item title=”3. Dalam Rangka Menarik Perhatian”]Ketika sang anak butuh perhatian dari teman, orangtua atau bahkan orang sekitarnya sementara mereka tidak memiliki cara lain untuk menunjukan eksistensi mereka, aak-anak akan cenerug melakukan hal-hal yang akan membuat perhatian kita tertuju pada mereka. Hal inilah yang meliputi perbuatan nakal anak, termasuk menjahili temanya. Ketika anak-anak berbuat jahil mereka mengasumsikan bahwa perhatian akan bisa mereka dapatkan segera.[/x_accordion_item]

Nah, beberapa penyebab diatas hanyalah segelintir sumber yang membuat seorang anak bisa menjadi jahil dan suka iseng. Sementara untuk menghadapi dan mengatasi anak-anak yang demikian, beberapa hal ini akan membantu anda menyelesaikannya.

Menghadapi dan Mengatasi Anak yang Jahil dan Suka Iseng

[x_accordion_item title=”1. Kenali Sumber dan Penyebab Anak Menjadi Nakal”]Seperti beberapa penyebab diatas, anda juga perlu mencari tahu jika anda sebab lain mengapa anak anda bisa menjadi iseng dan jahil pada teman-teman dan lingkungannya. Apabila kenakalan anak dilakukan atas dasar rasa ingin tahu, maka tanggapilah dengan positif selama perilaku yang ditunjukan anak masih dalam tahap yang wajar. Sementara jika dilakukan dalam rangka mencari perhatian, maka berikan perhatian yang ia inginkan. Luangkanlah waktu untuk mereka dan tanggapi apa keluhannya, bisa jadi anda kurang banyak menyisakan waktu berkualitas bersama dengan mereka. Sebaliknya, jika anda menemukan kenakalan dan kejahilan anak dilakukan dalam rangka menyalurkan agresifitasnya, maka sebiaknya salurkan dalam hal-hal yang lebih baik seperti halnya mengajak anak melakukan aktivitas di luar ruangan seperti olahraga dan lai sebagainya.[/x_accordion_item]

[x_accordion_item title=”2. Berikan Pemahaman Bahwa Jahil Bukan Perilaku”]Ketika anda mendapati anak-anak susah sekali diatur dan sangat senang menjahili teman-temannya. Maka sampaikan pada anak anda dengan bahasa yang mudah mereka pahami bahwa perilaku jahil bukanlah perbuatan yang baik. Sampaikannya juga konsekuensi atau akibat dari perbuatannya tersebut akan membuatnya tidak memiliki teman dan tida disenangi orang lain.[/x_accordion_item]

[x_accordion_item title=”3. Berikan Sanksi yang Tegas”]Sewaktu anda telah memberikan pengertian pada anak-anak dan memberikan mereka nasihat, namun anak-anak masih sering iseng dna bertindak jahil terhadap teman-temanya. Maka inilah saatnya anda memberikan sanksi yang tegas pada mereka. Berikan sanksi yang akan membuat anak merasa jera dan tidak ingin mengulangi kesalahan tersebut. Misalkan “ambil” kesenangan anak sementara waktu dan segera kembalikan saat mereka menyesali dan tidak mengulangi perbuatan tersebut. Dengan begini anak akan berpikir dua kali saat mereka akan melakukan tindakan tersebut.[/x_accordion_item]

[x_accordion_item title=”4. Hindari Memberikan Hukuman Fisik”]Perilaku anak yang jahil dan senang iseng sudah merupakan tindakan yang nakal dan tidak terpuji. Tidak bijak rasanya jika anda menghadapi kondisi ini dengan memberikan kekerasan pada anak. Apalagi jika mengingat kreteria masing-masing anak berbeda. Anda mungkin mendapati anak teman anda menjadi penurut saat diberikan hubugat cubit oleh orangtuanya. Namun tidak berarti hal ini akan berhasil dengan anak anda, terutama jika watak anda keras. Alih-alih berhasil, hal ini malah akan membuat anak menjadi lebih keras dan membangkang pada nasihat anda. Selain itu, jalan kekerasan bukanlah solusi terbaik dalam mendidik mereka. Untuk itulah, ada baiknya atasi dengan memahami karakter anak baru berikan sanksi tegas yang bisa membuat mereka jera untuk tidak mengulang kesalahan serupa.[/x_accordion_item]

Memiliki anak yang jahil dan suka iseng terhadap teman dan orang sekitarnya tentu saja akan membuat kita malu dan pusing menghadapinya. Untuk itulah, mengetahui hal apa saja yang mampu mendisiplinkan dan mendidik mereka akan membantu anda dalam mengatasi anak yang jahil dan suka iseng. Semoga tips kali ini bermanfaat untuk ibu dan semua orangtua dalam mendidik mereka buah hati kita tercinta.