Ketahui Nilai Lebih Saat Anak Laki-Laki Lebih Dekat dengan Ibunya

Nugroho Helmy CahyoTips dan Info0 Comments

Anak laki-laki yang cenderung menjalin kedekatan yang lebih bersama dengan ibunya dibanding dengan ayah mereka, seringkali dijuluki dengan “anak mama”.

Predikat “anak mama” pada anak laki-laki seringkali diidentikan dengan sesuatu yang kurang indah. Lain halnya dengan julukan “anak papa”. Julukan ini umumnya sering tergambar sebagai seseorang yang hebat, maskulin, berjiwa tangguh seperti sering bermain dan menghabiskan waktu dengan ayahnya yang membuat mereka terlihat seolah benar-benar hebat.

Akan tetapi, ketika anak laki-laki mendapatkan julukan “anak mama”, julukan ini seringkali digambarkan sebagai sesuatu yang kurang menyenangkan. Anak laki-laki yang cenderung lebih dekat dengan ibunya dan meniru segala pekerjaan ibunya dirumah, seperti halnya belajar memasak, mencuci pakaian sendiri atau bermain peran dengan boneka. Tak sedikit orang yang akan mengeryitkan dahinya dan merasa seolah anak laki-laki seperti ini dianggap kurang maskulin.

Apalagi sewaktu si ibu seringkali dibuat khawatir ketika anak laki-lakinya berada jauh dari si ibu. Tak pelak, akhirnya si ibu sering mengunjungi si anak atau terus-terusan menanyakan kabar putranya. Dari sinilah, tak perlu menunggu lama streotip “Anak Mama pun” langsung akan melekat erat pada diri si anak.

Saking dihindarinya, bahkan di beberapa daerah ada nasihat yang menyatakan agar anak laki-laki tidak terlalu dengan dengan ibunya dan para ibu tak perlu terus-terusan mengkhawatirkan anak mereka dimana pun mereka berada dan kemana pun perginya mereka. Sikap ibu yang seringkali menanyakan kabar atau memanjakan anak laki-lakinya dengan kasih sayang dianggap sebagai perilaku yag mengekang, terlau melindungi atau bahkan memanjakan si anak. Yang membuat si anak laki-laki pada akhirnya tak bisa mandiri sejak dini. Hal ini tentu saja terjadi dikarenakan anak laki-laki seringkali digambarkan sebagai sosok yang gagah berani, kuat, tanggu dan juga bebas. Untuk itulah, seringkali terasa aneh bagi masyarakat bila anak laki-laki mengerjakan tugas rumah tangga.

Akan tetapi, kita semua paham betul bahwa memberikan predikat pada anak laki-laki yang lebih dekat dengan ibunya dengan sebutan “anak mama” bukanlah sikap yang bijak. Kita semua tahu, bahwa apapun jenis kelamin si anak, baik laki-laki maupun perempuan, semua anak akan tumbuh dengan baik apabila mereka memiliki hubungan yang dekat dengan ibunya. Bahkan sebuah studi yang dilakukan pada pengamatan terhadap sebanyak hampir 6000 anak laki-laki yang tidak memiliki hubungan dekat dengan ibu mereka menunjukan bahwa terjadi perkembangan sikap yang lebih destruktif dan agresif pada anak-anak. Dalam studi ini para peneliti mengungkapkan bawa anak laki-laki yang tidak memiliki hubungan dekat dengan ibu mereka akan berpengaruh pada pembentukan kepribadiannya. Anak-anak akan membawa rasa takut terhadap kedekatan dan cenderung menjadi pembangkang saat mereka dewasa kelak.

Untuk itulah, menghadirkan sosok ibu dan menjalin kedekatan dengan anak secara lebih intens sewaktu mereka masih kecil adalah hal yang penting. Selain itu ada banyak nilai lebih ketika hubungan anak laki-laki lebih dekat dengan ibunya.

Apa sajakah nilai lebih itu? Kita simak berikut ini.

Kedekatan yang dijalin ibu bersama dengan anak laki-laki mereka sewaktu mereka masih kecil akan membuat si anak bebas mengenali dan mengeksprsikan emosinya. Dengan kasih sayang yang diberikan oleh si ibu, kelak anak-anak pun akan lebih peka pada rasa tidak nyaman yang ia rasakan. Begitu pula saat mereka melihat emosi tertentu yang ditunjukan oleh oranglain sehingga akan lebih mudah baginya untuk berempati karena ia memahami betul bagaimana perasaa orang lain tersebut. Hal ini pun akan membuat si anak mudah mendapatkan teman dilingkungannya, karena ia dibekali dengan kemampuan untuk membaca perasaan dan kondisi lingkungan sekitarnya karena rasa peka yang lebih dalam yang mereka dapatkan dari ibu mereka.

Berbeda dengan anak laki-laki yang lebih dekat dengan ayah mereka dibandingkan dengan ibunya. Anak laki-laki yang dekat dengan ibu sejak mereka masih kecil akan memiliki pandangan yang berbeda mengenai maskulinitas. Anak laki-laki yang lebih dekat dengan si ayah mungkin akan memaknai bahwa bersikap dingin, tegas, gagah adalah bagian dari maskulinitas. Akan tetapi, jika anak laki-laki lebih dekat dengan ibunya, mereka akan lebih memaknai bahwa definisi dari maskulin tersebut tidaklah harus gagah, dingin atau tegas. Namun lebih kepada bertanggung jawab dan menghargai orang lain. Hal ini tentunya akan berguna bagi mereka dimasa depan, apalagi saat mereka sudah berumah tangga. Tanggung jawab mereka terhadap keluarga tentunya akan lebih besar.

Seringkali seorang pria sulit dalam memahami seorang perempuan. Hal ini tentunya dilatar belakangi karena sensitifitas seorang pria berbeda dengan wanita. Nah, untuk mengerti seorang wanita, maka seorang pria setidaknya harus mengetahui bagaimana cara pandang dan isi hati wanita itu sendiri agar mereka lebih mudah memahami perempuan. Nah, bagi anak laki-laki yang lebih dekat dengan ibunya, kemampuan ini akan dengan mudah mereka dapatkan, karena secara tidak langsung waktu yang mereka habiskan bersama dengan ibunya akan membuat mereka memiliki gambaran bagaiman seorang wanita untuk bisa dimengerti.

Kondisi ekonomi saat ini rupanya lebih cenderung membutuhkan pekerja dengan kemampuan komunikasi yang kuat dan kecerdasan emosi yang tinggi untuk memahami keinginan klien dibandingkan dengan kemampuan fisik dan sikap kepemimpinan bak seorang pejuang. Untuk itulah, anak laki-laki yang lebih dekat dengan ibunya tentu akan dengan mudah mendapatkan hal ini berdasarkan pengalaman yang ia dapatkan dari ibunya sendiri.

Sebuah penelitian yang melibatkan sebanyak hampir 400 orang anak usia sekolah menengah umum di kota New York mengindikasikan bahwa anak laki-laki yang memiliki kedekatan dan jalinan yang lebih dengan ibunya dibandingkan dengan ayahnya, terbukti menjadi anak-anak yang tidak mudah dirundung dengan rasa panik, cemas dan juga depresi. Oleh karena itu, sewaktu mereka diberikan masalah atau test secara mendadak, rasa panik lebih bisa mereka redam dan mereka mampu berfokus pada bagaimana caranya berhasil dan menyelesaikan test tersebut lebih baik dibandingkan dengan anak-anak yang tidak menjalin kedekatan dengan ibu mereka sama sekali.

Memberikan predikat pada anak laki-laki yang memiliki kedekatan lebih pada ibu mereka dengan sebutan “anak mama” tentunya bukanlah hal yang bijak. Pada kenyataannya, ada begitu banyak nilai lebih yang bisa mereka dapatkan dari dekat bersama dengan ibu. Akan tetapi ini pun tidak berarti mendukung bahwa seorang laki-laki deasa harus berpaling kepada ibu mereka saat mereka menghadapi masalah. Karena bagaimanapun, hal ini bukanlah hal yang sebijaknya terjadi ketika mereka menghadapi masalah.  Semoga artikel ini bisa memberikan pengetahuan dan bermanfaat untuk ibu semua dalam mendidik anak-anaknya dirumah.

(Visited 171 times, 1 visits today)

Leave a Reply